LDR : Ketika lautan kembali memisahkan kita

Takdir memang senang bermain-main dengan kami. Dia selalu menggoda kami. Menguji kami. Melihat seberapa tangguh cinta kami. Dan seberapa luas kesabaran kami. 

LDR. 

Seyogyanya menjadi sesuatu yg lumrah bagi keluarga kami. Aku dan suami seringkali harus mengalami ini. Sejak awal pernikahan kami. Mulai dari yang paling sebentar sekitar 2 mingguan, sampai yang terlama sekitar 3 bulanan. Well, setidaknya kupikir begitu. Namun nyatanya sekarang kami harus berjauhan lagi setidaknya paling sebentar 1 tahun, if we are lucky. Klo enggak lucky, ya at least setelah 2 tahun baru bisa bertemu. #mewek 😭😭😭

Antara Jeddah dan Jakarta

Dulu kami pernah terpisah di dua benua berbeda. Mesir dan Jakarta. Dia di Mesir, aku di Jakarta. Sebelum akhirnya aku menyusulnya 3 bulan kemudian dalam keadaan hamil anak pertama 4 bulan. 

Kini dia kembali melalang ke Jeddah, dan lagi-lagi aku di Jakarta bersama dua anak perempuan kami. Tapi kini aku tak tahu apakah aku bisa menyusulnya kesana. Kini sudah 6 bulan dia disana. Alhamdulillah nya sudah 2x kami berkesempatan bertemu. Entah di waktu mendatang. Hanya Allah yang tahu. 

LDR sebenarnya membawa beberapa dampak positif bagi kami. Hubungan kami juga semakin baik dan romantis karena kami biasa bergombal ria via aplikasi messenger πŸ™Œ konflik-konflik khas rumah tangga juga dapat diminimalisir. Tapi tetap dampak negatif tetap ada. Tapi karena kami enjoy menjalaninya, jadi yes, kami bukan pembenci LDR. 

Well, kondisi tiap orang berbeda-beda saat mereka memutuskan untuk LDR atau tidak. Dengan alasan yang berbeda, kondisi saat ini yg juga berbeda, juga karakter dari masing-masing pelaku LDR yg pastinya tidak sama. Ada yang berjalan mulus, ada juga yang tidak. Ada yg asyik-asyik aja dan happy, ada juga yang menolak mentah-mentah hubungan jarak jauh ini. Tapi tentu mereka punya alasan masing-masing yang harus kita hargai. Dan pastinya, aku yakin, enggak ada seorang pun yang sengaja memisahkan diri dengan pasangannya setelah menikah. So, please don’t judge people easily. 

Pada akhirnya aku sendiri tetap berharap kemudahan dalam menjalani takdir ini. Berharap kami sama-sama kuat, sabar, dan menerimanya dengan penuh ikhlas. Juga pandai menjaga hubungan kami tanpa kemudian mengecewakan satu sama lainnya. 

Jika kamu juga pelaku LDR, mari kita tersenyum bersama 😊 

Advertisements

2 thoughts on “LDR : Ketika lautan kembali memisahkan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s