Misunderstanding

Ini cerita tentang kelucuan dua gadis cilik yang menemani kehidupanku setiap saat. Celotehan mereka, imajinasi mereka, dan ke-soktahu-an mereka akan sesuatu. Hehehe… Bukan sok tahu sih sebenarnya, hanya anggapan yang masih bisa kita luruskan lagi. 

Syaima, dia anak perempuanku yang pertama. Si sulung yang lahir di Mesir yanh memiliki sifat dan karakter seperti bundanya. Introvert, pengamat, dan butuh kenyamanan untuk bisa lepas menjadi dirinya. 

Syaakira, adik kecil yang sedang masa-masanya berceloteh tanpa henti seolah dunia bisa kiamat jika dia tidak berbicara πŸ™‚ Syaakira ini bertolak belakang sekali sifat dan karakternya dari kakaknya. Dia periang, aktif, supel, berani, dan manipulatif. Hahaha…kapan-kapan aiit cerita tentang karakter dia anak ini ya.

Dan inilah cerita lucu mereka tentang kesalahpahaman yang pernah dan masih mereka yakini. 

#Pingsan 

Suatu hari saat bunda selesai mandi, bunda baru sadar jerawat batu yang berhari-hari mampir di pipi kanan, pecah. Itu pun karena enggak sengaja melihat darahnya menempel di lengan karena menyeka wajah. 

Ket: B = Bunda, S1 = Syaima, S2 = Syaakira

B : Duh, jerawat bunda pecah rupanya. Darahnya nempel tuh… (Sambil menunjukkan bekas darahnya dan jerawatnya ke Syaakira, my threenager) 

S2 : aduuhh… Belbahaya. Nanti bunda bisa pinsan! πŸ˜€ 

#Jangan Olahraga

Anak-anak tahu bundanya lagi merasa gemuk, terutama di bagian perut. Dan bunda juga suka mengajak mereka olah raga di rumah. Tapi akhir-akhir ini mereka suka melarang bundanya olahraga dan minum perasan air lemon. 

B : Kak, olahraga yuk! 

S1 : Gak boleh! Bunda enggak boleh olahraga lagi nanti perutnya kempes. 

B : Lah, emang kenapa klo kempes? Bagus dong…?

S1 : Jangan, ntar dedeknya gak ada lagi.

Aku tertawa. Dia pikir perut bundanya gendut karena lagi ada dedeknya. Kupikir awalnya dia bercanda aja tapi kok tiap kali aku minum air lemon dia tetap protes. Si kecil, Syaakira pun ikut-ikutan. Wkwkwk…padahal nih perut isinya kebanyakan makanan πŸ˜€ 

Inilah sebagian kecil kesalahpahaman Syaima (6 th) dan Syaakira (3 th). Lucu memang bila mengingat ekspresi mereka yang sungguh-sungguh saat mengatakan itu. Someday, you will know the truth darling 😊
Ps. No photo has been uploaded because always failed to upload 😒

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s